Cara pemakaian traktor sawah quick e 85

PERSIAPAN SEBELUM MENJALANKAN TRAKTOR

Sebelum menggerakkan traktor, periksalah hal-hal sebagai berikut:

a. Minyak Pelumas (Oli)
Pastikan Gear Box sudah terisi Minyak Pelumas SAE 90-140 sebanyak 4,5 liter, serta pastikan juga situasi minyak tetap didalam situasi baik.

b. Diesel Penggerak (Bahan Bakar, Oli Diesel, Air Radiator)
Pastikan Tangki Bahan Bakar sudah terisi Minyak Solar didalam jumlah yang cukup (untuk Diesel Kubota RD 85 DI-1S dan RD 85 DI-2S, kapasitas tangki bahan bakar 9,5 liter). Pastikan juga oli mesin Diesel penggerak sudah terisi dan air radiator tetap terisi cocok keputusan (untuk Diesel Kubota RD 85 DI-1S dan RD 85 DI-2S manfaatkan Minyak Pelumas SAE-30 sebanyak 2,4 liter).

c. Posisi V-Belt
Pastikan V-Belt didalam posisi lurus, tidak didalam posisi miring. Posisi V-Belt yang miring mampu kurangi efisiensi penerusan tenaga/putaran berasal dari Diesel Penggerak ke Pulley Utama. Akibat sesudah itu adalah penggunaan V-Belt dan Pulley menjadi boros (cepat rusak).

d. Penarik Kopling (Clutch Rod)
Pastikan Penarik Kopling mampu bekerja bersama dengan baik: posisi Steering Gear betul- betul masuk kala Clutch Handle dilepas / tidak ditarik, dan Steering Gear terhadap posisi lepas waktu Clutch Handle ditarik. Jika Penarik Kopling belum bermanfaat  dengan baik, jalankan penyetelan bersama dengan mengatur Clutch Rod Adjustment (pengatur yang tersedia di depan Clutch Handle).

e. Posisi Pemasangan Roda (Kiri dan Kanan)
Pastikan Roda terpasang bersama dengan benar, tidak terbalik kanan-kiri-nya. Periksa juga kekencangan Baut yang mengikat Cage Wheel Flange bersama dengan Wheel Holder.

f. Keamanan Tangan Saat Memutar Engkol Starter
Pastikan tersedianya ruangan yang cukup aman untuk tangan waktu memutar Engkol Starter, bersama dengan cara mengatur jarak Diesel terhadap roda.

Lihat Juga : Jual Ban Traktor

CARA PENGOPERASIAN TRAKTOR

Perhatikanlah keterangan-keterangan perihal cara pengoperasian traktor di bawah ini, supaya mampu mengoperasikan traktor bersama dengan baik.

1. Pengoperasian Umum

a. Cara Menghidupkan :
Pastikan V-Belt didalam posisi kendor / tidak bekerja (tidak meneruskan tenaga/ putaran), sesudah itu hidupkan diesel bersama dengan memutar Engkol Starter yang tersedia.

b. Cara Menjalankan :
Setelah Diesel dihidupkan dan gas sudah diatur sedemikian rupa, traktor mampu dilakukan bersama dengan mengubah posisi Tension Handle ke posisi jalan (ditarik ke belakang). Jika diperlukan, pengatur gas mampu diatur ulang untuk mendapatkan putaran yang sesuai

c. Cara Berbelok:
Traktor mampu dibelokkan bersama dengan cara menarik Clutch Handle. Tariklah Clutch Handle Kiri jikalau menghendaki belok ke kiri, dan sebaliknya, tariklah Clutch Handle Kanan jikalau menghendaki belok ke kanan. Traktor berbelok bersama dengan cara menghentikan putaran tidak benar satu roda.

Harap diperhatikan :
 Saat traktor berbelok, tidak benar satu roda traktor bermanfaat sebagai pusat belokan dan roda yang lain tetap terjadi supaya traktor seolah-olah berputar bersama dengan roda yang diam sebagai pusat putaran.
 Saat traktor berbelok, pastikan posisi operator berada diluar radius stang, gara-gara stang dapat berayun ke samping ikuti putaran pembelokan traktor. Ayunan ke samping ini dapat membahayakan operator jikalau operator berada didalam radius stang.

d. Cara menghentikan:
Untuk menghentikan traktor, lepaskan Tension Handle hingga terhadap posisi paling depan (posisi stop / berhenti).

Traktor juga dapat berhenti waktu waktu Clutch Handle Kanan dan Kiri ditarik bersama-sama. Prosedur yang terakhir ini adalah prosedur untuk situasi tertentu (dapat dilakukan tapi tidak disarankan). Harap diingat juga bahwa waktu membiarkan tarikan Clutch Handle perlu besama-sama. Jika pelepasan tarikan  tidak berbarengan maka traktor dapat berbelok tidak terkontrol.

2. Pengoperasian di Sawah (untuk produksi lahan)

Untuk jalankan pengolahan lahan, digunakan alat-alat (implement) sbb :

a. Luku (Single Plow)
Luku digunakan untuk membongkar dan membalik tanah terhadap sistem penyiapan lahan. Luku dipasang bersama dengan menghubungkan Plow Head bersama dengan Hitch manfaatkan Hitch Pin. Pasanglah luku terhadap lubang Hitch pinggir kanan, tapi jikalau dikehendaki, mampu dipasang terhadap lubang sedang atau pinggir kiri. Kedudukan Luku dan Frame perlu diusahakan didalam posisi horisontal supaya pelumasan / pendinginan diesel tidak terganggu dan operasional traktor menjadi stabil. Aturlah ulir pengatur yang tersedia untuk mendapatkan kedalaman pembajakan yang dikehendaki.

b. Gelebeg (Puddler)
Gelebeg digunakan untuk memecah bongkahan tanah. Pada tanah yang berlumpur/lembek, sistem pengolahan tanah mampu segera bersama dengan gelebeg tanpa perlu diluku khususnya dahulu. Pasanglah gelebeg terhadap lubang pen  tengah, lubang yang lain sebagai cadangan.

c. Garu (Leveler)
Garu digunakan untuk meratakan permukaan tanah sebagai sistem terakhir (finishing) pengerjaan tanah. Pasang garu terhadap lubang pen sedang dan aturlah kemiringan garu manfaatkan baut penyetel yang tersedia untuk mendapatkan kemiringan yang cocok bersama dengan situasi tanah yang sedang diolah.

d. Bajak Parabola (Disc Plow)
Disc Plow bermanfaat seperti bajak. Dengan manfaatkan Disc Plow, dapat diperoleh hasil pembajakan 2x lebih lebar jikalau dibandingkan bersama dengan hasil bajak biasa (Single Plow). Dengan demikian, penggunaan bahan bakar menjadi lebih hemat.  Aturlah kedalaman pembajakan bersama dengan ulir pengatur yang tersedia.

3. Pola Pengerjaan Lahan

Cara pengolahan lahan bersama dengan traktor tangan terkait berasal dari situasi dan bentuk lahan yang dapat diolah. Pada prinsipnya, operator traktor perlu mencermati  arah lemparan tanah berasal dari luku. Roda kanan traktor perlu masuk ke didalam parit bekas bajakan di awalnya (hal ini tidak berlaku terhadap waktu membelok), untuk mendapatkan hasil bajakan yang sempurna. Ada dua cara lintasan yang  dapat dipakai yaitu: “Cara Belah” dan “Cara Keliling”.

Untuk pola pengerjaan lahan bersama dengan cara keliling, pengerjaan pinggir mampu dilakukan bersama dengan cara menempatkan bajak terhadap lubang Hitch sebelah kanan.

4. Pemakaian untuk Transportasi

Traktor mampu digunakan untuk kepentingan transportasi bersama dengan menempatkan komponen-komponen berikut:

a. Roda Karet
Pasanglah  Roda  Karet  untuk  pemakaian  traktor  di jalan  darat / transportasi.
(Cara pemasangan lihat hal-8)
b. Trailler (Gerobak)
Trailler mampu dipasangkan terhadap Hitch (lubang tengah) supaya traktor stabil dan mampu digunakan untuk mengangkut barang. Sedapat mungkin, pasanglah rem terhadap trailler, untuk keamanan transportasi.

Tinggalkan komentar