Bucky Barnes

Bucky Barnes aka The Winter Soldier / Serigala Putih

LayarKaca21  – Sebelum HYDRA mengubahnya menjadi Tentara Musim Dingin, Bucky Barnes – mencuri kutipan dari teman seumur hidupnya, Steve Rogers – “hanya seorang bocah dari Brooklyn.” Sayangnya, setelah bertarung bersanding dengan Steve (alias Captain America), dia jatuh ke kematian yang diduga dan menghilang. Tandai satu abad penderitaan dan kekerasan.

Begitu aksi “Perang Infinity” sedang berlangsung, Bucky menemukan dirinya di garis depan, melakukan seperti yang dilakukan tentara. Pada titik waktu ini, dia telah dimaafkan atas kematian yang tak terhitung jumlahnya yang secara tidak sengaja disebabkannya, meskipun tidak jelas bagaimana reaksinya dan Tony Stark akan bermain – dengan asumsi itu bahkan terjadi di tempat pertama.

Sejauh perubahan pergi, Bucky adalah salah satu yang terbesar, berevolusi dari seorang pria yang bersih pada tahun 1942 bernama James Buchanan Barnes menjadi seorang pembunuh yang telah dicuci otak yang disebut Winter Soldier, dan akhirnya menjadi Avenger yang shaggy bernama White Wolf.

Bruce Banner aka “The Incredible Hulk”

Meskipun Mark Ruffalo tidak pernah mendapat kesempatan untuk mengemudikan filmnya sendiri yang dipusatkan pada Bruce Banner dan Hulk, pria hijau besar itu mendapatkan filmnya sendiri. Itu adalah entri kedua di MCU, mengikuti “Iron Man.” Alih-alih Ruffalo mengenakan celana ungu merek dagang, Banner dimainkan oleh Edward Norton.

Aktor perubahan samping, Banner telah membuat cukup lompatan dari perannya di “The Incredible Hulk.” Dia berjuang melawan penyakit mental, penerimaan, pengendalian diri, dan identitas; dan pada saat dia muncul di “Thor: Ragnarok,” setelah menghilang selama dua tahun, Banner dan orang besar telah belajar untuk menerima satu sama lain (atau setidaknya mereka sudah mempertimbangkannya).

Setelah “Perang Tanpa Batas” muncul, Banner kembali di Bumi, tampaknya sedikit lebih percaya diri dalam mengizinkan raksasa hijaunya yang hijau untuk keluar dan bermain ketika peristiwa itu membutuhkannya.

Sejarah Belitung


Paket Tour Belitung – Belitung adalah kepulauan yang merasakan sebagian pemerintahan raja-raja. terhadap akhir abad ke-7, Belitung terhitung sebagai wilayah Kerajaan Sriwijaya, setelah itu ketika Kerajaan Majapahit mulai berjaya terhadap tahun 1365, pulau ini menjadi salah satu benteng pertahanan laut kerajaan tersebut. Baru terhadap abad ke-15, Belitung memperoleh hak-hak pemerintahannya. tapi itupun tak lama, pasal ketika Palembang diperintah oleh Cakradiningrat II, pulau ini dengan cepat menjadi taklukan Palembang

Sejak abad ke-15 di Belitung sudah berdiri sesuatu kerajaan yaitu Kerajaan Badau dengan Datuk Mayang Geresik sebagai raja pertama. Pusat pemerintahannya berada di sekitar area Pelulusan kini ini. Wilayah kekuasaaannya meliputi area Badau, Ibul, Bange, Bentaian, Simpang Tiga, hingga ke Buding, Manggar serta Gantung. sebagian peninggalan sejarah yang tunjukkan sisa-sisa kerajaan Badau, berbentuk tombak berlok 13, keris, pedang, gong, kelinang, serta garu rasul. Peninggalan-peninggalan tersebut bisa dijumpai di Museum Badau

Kerajaan kedua ialah Kerajaan Balok. Raja pertamanya berasal dari keturunan bangsawaan Jawa dari Kerajaan Mataram Islam bernama Kiai Agus Masud atau Kiai Agus Gedeh Ja’kub,. yang bergelar Depati Cakraningrat I serta memerintah dari tahun 1618-1661. Selanjutnya pemerintahan dijalankan oleh Kiai Agus Mending atau Depati Cakraningrat II (1661-1696), yang memindahkan pusat kerajaan dari Balok Lama ke suatu area yang setelah itu diketahui dengan nama Balok Baru. Selanjutnya pemerintahan dipegang oleh Kiai Agus Gending yang bergelar Depati Cakraningrat III.

Dalam masa pemerintahan Depati Cakraningrat III ini, Belitung dibagi menjadi 4 Ngabehi, yaitu :

1. Ngabehi Badau dengan gelar Ngabehi Tanah Juda atau Singa Juda;
2. Ngabehi Sijuk dengan gelar Ngabehi Mangsa Juda atau Krama Juda;
3. Ngabehi Buding dengan gelar Ngabehi Istana Juda;
4. Ngabehi Belantu dengan gelar Ngabehi Sura Juda.

 

Masing-masing Ngabehi ini terhadap akhirnya membuat turun raja-raja yang seterusnya lepas dari Kerajaan Balok. terhadap tahun 1700 Depati Cakraningrat III wafat lantas digantikan oleh Kiai Agus Bustam (Depati Cakraningrat IV). terhadap waktu pemerintahan Depati Cakraningrat IV ini, agama Islam mulai tersebar di Pulau Belitung

Gelar Depati Cakraningrat cuma digunakan sampai dengan raja Balok yang ke-9, yaitu Kiai Agus Mohammad Saleh (bergelar Depati Cakraningrat IX), pasalterhadap tahun 1873 gelar tersebut dihapus oleh Pemerintah Belanda. Keturunan raja Balok selanjutnya yaitu Kiai Agus Endek (memerintah 1879-1890) berpangkat sebagai Kepala Distrik Belitung serta berkedudukan di Tanjungpandan

Kerajaan ketiga ialah Kerajaan Belantu, yang merupakan area wilayah Ngabehi Kerajaan Balok. Rajanya yang pertama ialah Datuk Ahmad (1705-1741), yang bergelar Datuk Mempawah. sementara rajanya yang terakhir bernama KA. Umar

Kerajaan keempat atau yang terakhir yang pernah berdiri ialah Kerajaan Buding, yang merupakan area dari wilayah Kerajaan Balok. Rajanya bernama Datuk Kemiring Wali Raib. Dari keempat kerajaan yang sudah disebutkan diatas, Kerajaan Balok merupakan kerajaan terbesar yang pernah adanya di Pulau Belitung.