Etiologi (Penyebab) Terjadi Aborsi/Abortus Keguguran

Faktor penyebab (Etiologi) ibu hamil mengalami aborsi/abortus/keguguran yaitu:

1. Umur Ibu Hamil
Usia ideal hamil dan melahirkan pada wanita yaitu pada umur 20-30 tahun. Kematian maternal pada wanita hamil dan melahirkan pada umur di bawah 20 tahun ternyata 2-5 kali lebih tinggi daripada kematian maternal yang berjalan pada umur 20-29 tahun. Kematian maternal meningkat ulang sehabis umur 35-40 tahun. Ibu-ibu yang terlalu muda seringkali secara emosional dan fisik belum matang, selain pendidikan yang pada kebanyakan rendah, ibu yang tetap muda tetap tergantung pada orang lain.

Keguguran sebagian dilakukan bersama dengan sengaja untuk menghalau kehamilan akibat kenakalan remaja yang tidak dikehendaki. Abortus pada remaja berjalan karena mereka belum matured dan mereka belum miliki proses transfer plasenta seefisien wanita dewasa.

Abortus sanggup berjalan termasuk pada ibu bersama dengan kehamilan tua yaitu lebih berasal dari 40 tahun, walaupun mereka telah berpengalaman, tetapi keadaan badannya serta kesehatannya telah menjadi mengalami penurunan sehingga sanggup memengaruhi janin di dalam kandungan, selain itu karena umur ibu telah tidak muda lagi, ketika melahirkan sering berjalan kelelahan pada kala mengedan

2. Jarak hamil dan bersalin terlalu dekat
Ibu yang melahirkan anak bersama dengan jarak yang terlalu berdekatan (di bawah dua tahun) akan mengalami peningkatan risiko pada terjadinya perdarahan pada trimester III, termasuk karena alasan plasenta previa, anemia dan ketuban pecah dini serta sanggup melahirkan bayi bersama dengan berat lahir rendah. Juga sanggup mengundang perkembangan janin tidak cukup baik, persalinan lama dan perdarahan pada kala persalinan karena keadaan rahim belum pulih bersama dengan baik.

3. Paritas ibu
Ketika ibu telah melahirkan anak lebih berasal dari 4 sanggup mengundang problem perkembangan janin dan perdarahan kala persalinan karena keadaan rahim kebanyakan telah lemah. Semakin sering melahirkan, makin lama beresiko berjalan keguguran karena organ di dalam ibu yang belum pulih.

4. Riwayat Kehamilan yang lalu
Menurut Malpas dan Eastman barangkali terjadinya abortus ulang pada seorang wanita ialah 73% dan 83,6%. Sedangkan, Warton dan Fraser dan Llewellyn Jones memberi prognosis yang lebih baik, yaitu 25,9% dan 39% (Wiknjosastro, 2007).

Lihat Juga : Jual Obat Aborsi

Penyebab Terjadi Aborsi/Abortus/Keguguran Pada Ibu Hamil

Penyebab terjadinya Aborsi/Abortus/Keguguran berasal dari segi maternal secara umum:

1. Infeksi akut, diantaranya:
• Virus misalnya: Cacar, rubella, hepatitis.
• Infeksi bakteri, misalnya: streptokokus.
• Parasit, misalnya: malaria.

2. Infeksi kronis, diantaranya:
• Sifilis, kebanyakan sebabkan abortus pada trimester kedua.
• Tuberkulosis paru aktif.
• Keracunan, misalnya keracunan tembaga, timah, air raksa, dll.
• Penyakit kronis, misalnya: hipertensi, nephritis, diabetes, anemia berat, penyakit jantung, toxemia gravidarum
• Gangguan fisiologis, misalnya: syok, ketakutan, dll.
• Trauma fisik.

3. Penyebab yang berbentuk lokal, diantaranya:
• Fibroid, inkompetensia serviks.
• Radang pelvis kronis, endometrtis.
• Retroversi kronis.
• Hubungan seksual yang berlebihan sewaktu hamil, sehingga sebabkan hiperemia dan abortus.

4. Penyebab berasal dari janin, diantaranya:
• Kematian janin akibat kelainan bawaan.
• Mola hidatidosa.
• Penyakit plasenta dan desidua, misalnya inflamasi dan degenerasi.

Aborsi hanya diperbolehkan atas himbauan dokter, diantaranya ketika ditemukan penyakit pada ibu haml yang mana misalnya kehamilan dilanjutkan, nyawa ibu akan terancam. Dokter mempertimbangkan risiko kehidupan ibu berdasarkan keadaan kala ini maupun perkembangan dan komplikasinya di era mendatang. Termasuk di dalam penyakit yang sebabkan kehamilan perlu dihentikan adalah keganasan kanker.

Tinggalkan komentar